PTC LEGIT ONLY

Sabtu, 19 November 2011

Teks Drama Malin kundang


Teks Drama Maling Kundang

DIMAS : “Lin, kamu ingin gagah dan kaya seperti aku, tidak?”
Malin Kundang : “ y mau lah”
DImas : Makannya kamu pergi merantau seperti ku”
Malin kundang : “ya terserah nanti saja”, soalnya pasti ibuku tidak akan mengizinkan ku”
(kesesokan harinya malin kundang meminta izin kepada ibunya)
Malin kundang : “ bu boleh kah malin pergi merantau”
Ibu : pergi merantau kemana nak”?
Malin kundang : “ waktu malin kecil ibu sudah pernah bilang bahwa ayah akan pulang, ternyata sampai sekarang ayah belum pulang, malin juga bermaksud untuk menyusul ayah bu”
Ibu : “ibu khawatir na, merantau itu sangat berbahaya”
Malin kundang : “ tapi bu, malin sudah besar”, lagi pula malin sudah bisa menjaga diri sendiri dengan baik
Ibu : “ya sudah terserah kamu saja, tetapi ibu ingin mengingatkan kamu saja jangan sampai kamu melupakan ibu”
Malin kundang : “ya bu malin berjanji tidak akan melupakan ibu”
(keesokan harinya harinya pun malin dan dimas bercakap-cakap)
 Dimas :”Lin, bagaimana dengan tawaranku,kemarin, apakah kamu mau”?
Malin : “ya mas, nanti siang aku akan pergi merantau bersamamu,”
Dimas :” apakah kamu yakin akan pergi bersama ku?”
Malin : “ ya aku sangat yakin,soalnya ibuku sudah mengizinkan”.
(Siang harinya pun malin dan dimas pergi merantau)
Saat di perjalanan tiba-tiba badai datang , kapal malin tidak bisa dikendalikan, dan malin kundang pun terdampar di sebuah pulau yang tidakdiketahui malin kundang.
Malin :”(malin terlihat kebingungan”,saat malin terdampar )”dimana aku?”(memegang dayung)”sepertinya disini ada sebuah desa.
Tidak tersengaja malin terjatuh pingsan kepalanya terbentur batu dengan suara yang sangat keras…DDDAAAG!.
Clara : “suara apa itu!!”
Pengawal 1 :”biar hamba yang melihatnya tuan putri”
(pengawal 1 & 2 pergi melihat suara benturan itu)
Pengawal 2 : “Tuan putrid ternyata suara itu suara seorang pemuda yang kepalanya terbentur batu”
(Tuan putrid dan kedua pengawalnya pergi melihat seorang pemuda itu)
Clara :”bawa dia ke istana”
Pengawal 2 : “baik tuan putrid”
(malin kundang pun di bawa kedua pengawal masuk ke istana)
Bebrapa jam kemudian.
Clara : “Pengawal apakah dia sudah sadar!!”
Pengawal 1 : “ sudah tuan putrid, ini dia”
Malin : “saya ada dimana!!”
Clara : “kamu berada di istanaku”
Malin : “istana(kebingungan)
Clara :”istana itu adalah rumahku”
Malin : “ saya sangat berterimakasih pada tuan putri, karena tuan putri sudah menolong saya.”
Clara : “ ya sama-sama”
(malin kundang beristirahat di istana itu)
Beberapa tahun kemudian.
Ibu : (berwajah khawatir)”mengapa anakku belum pulang juga padahal aku sangat mengkhawatirkannya.
Keesokan harinya.datanglah sebuah kapal menuju desa. Kapal itu ternyata malin kundang yang sudah gagah dan kaya.
Malin : “Akulah manusia yang paling kaya dimuka bumi ini”, aku datang kesini ingin bermaksud untuk mengambil kekayaan yang berada disini, karena aku ingin lebih kaya lagi.
Nelayan : “Pak, pak bukankah itu si malin!!!!”
Para nelayan : (berpandang-pandangan)” oh benar itu si malin.”
Malin : “ya akulah si malin kundang tetapi bukan malin kundang yang dulu, dulu itu miskin akan tetapi aku menjadi orang yang paling terkaya di muka bumi ini.”
Nelayan : (memberi tahu kepada ibunya bahwa malin kundang datang)”bu,bu….malin kundang datang.”
Ibu : (berhati senang)”dimana dia sekarang !!..
Nelayan : “di...di….dii…disana.bu”
(Ibu dibawa nelayan untuk menghampiri malin kundang)
Ibu : “wahai anak ku masih engkau mengingatku?? “
Malin : “siapa kamu?,,dasar kau nenek tua bangka…!!!!!, aku jiji melihatmu..(menedang ibunya).
Ibu : (menghampiri malin kundang)”anakku malin kundang,, aku lah yang melahirkan dan membesarkan mu, mengapa setelah engkau kaya engkau tidak mau mengakui aku sebagai ibumu.
Clara : “kanda , apakah ini ibumu?”
Malin : “ bukan, ibuku itu sudah mati, lagi pula ibuku itu tidak seperti dia,
Nelayan : “mengapa kamu tidak mau mengakui ibumu sendiri , malin?
(datanglah teman malin kundang)
Dimas : “malin mengapa kamu menjadi sombong seperti itu, dan tidak mau mengakui ibumu sendiri..?”
Malin : “ ya, aku ini menjadi sombong karena aku adalah orang yang paling terkaya di muka bumi ini.”
Dimas : (memukul si maling kundang)”dasar engkau anak durhaka malin…..!!!!”
Pengawal 1 : “tuan…tuan.,apakah tuan tidak apa-apa?”
(membangunkan maling kundang)
Pengawal 2 : (ingin membalas kepada teman maling kundang)
“kau apakan tuanku ini pemuda lemah…..!!!”
Clara : (memotong pembicaraan mereka)”sudah…sudah..mengapa ini menjadi seperti ini.,
Ibu : “oh anakku sadarlah ..aku ini benar-benar ibumu.., aku yakin engkau anakku.”
Malin : “sekali lagi kukatakan engkau bukan ibuku…,aku tidak punya ibu seperti kau…,perempuan taktau malu ayo pergi.!
Ibu : “tak kusangka engkau sekejam itu, jika engkau benar-benar tidak mau mengakui aku sebagai ibumu engkau akan ku kutuk maling kundang…
Malin : “perempuan hina aku benci melihatmu., jika kau bisa kutuklah aku sekarang juga…
Ibu : (berdoa)”ya tuhan,,,pantaskah seorang anak mengingkari ibunya… kuminta kepada mu…. Hukumlah anak durhaka ini.”
(tiba-tiba terdengar suara aneh yang muncul)
Suara gaib : “hai malin kundang mengapa kau menjadi seperti ini, jika engkau tidak mau mengakui ibumu, engkau akan ku kutuk menjadi batu…
Malin : (kebingungan)”oh ..tidakkkkkkk…….!!!!
(malin kundang pun berubah menjadi batu)
Pengawal 1 : “oh tuan ku (terjatuh pinsan)
Pengawal 2 : “ oh tidak mengapa tuanku ini menjadi seperti ini~(pingsan juga)
Clara : “oh kanda, mengapa kamu tidak mau mengakui ibumu, padahal itu benar-benar ibu mu(menangis)
Tiba-tiba semuanya menjadi batu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar